Kamis, 26 Agustus 2010

metode-metode permainan brass

Metode-metode Permainan Brass

Bila anda mempunyai mobil (baru atau tua) kalian pasti sudah melakukan ganti oli, tune-up, Balancing dan spooring roda..Ganti spare parts, dsb atau jyga menambah accessoris, seperti ganti spark plugs (busi) yang lebih canggih seperti split fire. Semuanya sebenernya saupaya mobil kita lancar atau lebih mantap dan juga penting supaya tidak mogok di jam2 macet pada musim hujan.
Kalau kalian senang dengan majalah2 otomotif pasti pernah melihat usul2 dan teknologi baru untuk meningkatkan kendaraan kadang2 secara dramatis.

Nah di Brass itu ada juga metode2, cara2 berlatih yang optimal untuk mencapai tujuan kita dan supaya tidak mogok pada saat pertunjukan.
Kali ini kita akan bicarakan tentang metode2 yang bisa dan akan membantu kita bermain brass dengan rasa aman.
Sesudah bagian ini kita akan bisa menjawab beberapa pertanyaan (seperti biasa) mengenai:

- Metode seperti apa yang dipakai pemain2 terkenal?
- Bagian2 apa harus diperkuat untuk mencapai permainan brass yang mantap?
- Pelatihan yang lengkap terdiri dari apa?

Perkembangan teknis Brass terdiri dari beberapa bagian yang akan saya pisah sebagai berikut:

A. Pernapasan (Breating)
B. Warm-up
C. Isometrics
D. Calistenics
E. Latihan teknik (stacato, slur, jari)
F. Warm=down

Kelihatan rumit sekali Tetapi jangan kwatir, saya akan jelaskan setiap bagian dan hubungannnya.

A. Pernapasan

Sudah tidak asing bahwa alat brass itu adalah alat tiup. Dan bila tidak ada udara yang mengalir (angin) tidak bisa bunyi Angin ini yang akan membuat bibir bergetar dan menghasilkan Vibrasi.
Sayangnya, sepenting-pentingnya sumber dari permainan brass ini, kurang diperhatikan atau salah dimengerti. Beberapa orang yang sebenernya akan melatih pernafasan secara optimal? Disini saya tidak akan membicarakan pernapasan apa yang benar (ada yang bilang pernapasan perut ..dan ada yang bilang bukan begitu). Yang penting, apakah teknik pernapasan yang kita pakai itu bermamfaat atau malah merugikan permainan kita.
Namun, ada suatu teknik yang dipakai orang-orang yang cukup "TOP" dan yang pasti anda pernah dengar : Maynard Fergusson, Bobby Shew, Maurice Andre ..Teknik pernapasan "Hatha Yoga" yang menyatukan tiga macam pernapasan:

- Diaphragmatic (ini sebut pernapasan dari perut di Indonesia)
- Intercostal (yg disebut pernapasan atletik ) pernapasan yang menghasilkan pembesaran dada).
- Clavicular (pernapasan bagian atas dari pada dada kita)

Teknik Hatha Yoga ini menyatukan ketiga macam pernapasan untuk menjadikan apa yang disebut "Full Breath".

Sebaiknya (direkomendasikan), setiap kali mau berlatih brass, diawalkan dulu dengan 1-2 menit atau lebih dengn latihan pernapasan ini ..

B. Warm-Up

Bagian Warm-Up ini sangat bebas dan kalau bisa seperlunyasaja (ada yang tidak perlu warm-up seperti Wynton Marsalis). Saya secara pribadi Warm-up dengan mouthpiece untuk beberapa menit dan setelah itu beberapa menit dengan terompet, semuanya biasanya max 5 menit.

C. Isometrics

Apa-apan ini? .. Isometrics ini adalah latihan gerakan otot, tanpa mouthpiece atau alat brass. Seperti menahan ujung pencil diantara bibir (bukan gigi) secara horizontal selama 2 menit, atau menggerakan mulut dan bibir seperti mengucapkan AAA dan UUU berulang kali, adalah semacam Isometrics. Bagian ini tidak terlalu penting tetapi, bisa menolong beberapa orang. (orang yang cerewet sudah melatih Isometricsnya).

D. Calistenics

Latihan Calistenics, lebih penting dari pada Isometrics, dan banyak buku metode ditulis tentang ini. Dirancang pada umumnya untuk memperkuat permainan Brass (semua alat), latihan semacam ini bisa dibandingkan seperti olahraga mengangkat beban untuk seorang petinju. Dengan mengangkat beban (weightlifting) si petinju akan mengembangkan dan memperkuat ototnya.
Untuk pemain Brass saya akan membahas 2 metode Calistenics:

Metode Claude Gordon dan Metode Caruso yang tujuannya sama tetapi dengan latihan yag berbeda, adapun keunggulan dan kelemahan dari setiap metode.


Claude Gordon

Metode ini yang laris dan sering di pakai untuk mengembangkan super high register dengan tone yang kuat (double high C bahkan ada sampai Triple high C di terompet).
Metode sangat lengkap dan susah termasuk latihan slur, stakato, double dan triple tounging. Sering dipakai di Amerika Utara bagi pemain2 Jazz yang memerlukan nada2 yang berada di stratosphere. Setahu saya banyak pemain Marching Band di Amerika dilatih dengan metode ini.
Keunggulannya: Pemain menjadi kuat di register manapun dan mempunyai fower yang extra kuat.
Kelemahannya: Tone si pemain agak kasar dan harus berhati-hati bisa merusak si pemain bila tidak berlatih dengan cara yang ditulis. Pada umumnya tidak untuk seorang pemula. ( min 1-2 tahun pengalaman).

Carmine Caruso

Metode yang sering dipakai pemian brass terutama pemain klasik. Mengembangkan register dan tone yang bulat. Metode sangat sederhana.
Keunggulannya: Sederhana, tone yang bulat.
Kelemahannya: Umumnya tidak menghasilkan super high register seperti Claude Gordon dan tidak sekomplit dan harus ada tambahan latihan lain.

Kedua metode ini (sebetulnya masih ada yang lain, tetapi saya kurang mengenalnya) adalah latihan yang dirancang untuk memperkuat si pemain brass (alat apapun). Saya sendiri memamfaatkannya dan saya setuju dengan kedua metode calistenics itu. Yang harus ditambah adalah bahwa kedua-duanya memerlukan, walaupun hasilnya mulai terasa dalam kurang lebih 1 bulan, kesabaran yang tinggi dan kerajinan berlatih Setiap Hari .Untuk mendapat salah satu metode bisa di internet dengan "search" nama metode masing-masing.

E. Latihan Teknik

Latihan teknik adalah latihan2 yang terfokus kepada salah satu dari pemain kita yaitu: Slur, stacato, double dan triple tounging, jari dsb .Setiap bagian harus dilatih secara rutin setiap hari( .) supaya permainan kita seimbang. Bila tidak sulit sekali (mungkin tidak bisa) untuk maju.

Metode-metode yang ada di pasaran untuk latihan teknik banyak sekali dan hampir tiap guru mempunyai metode2 sendiri. Namun hampir semuanya akan berdasarkan atas metode yang ditulis akhir abad ke 19 oleh JB arban, yang sekarang dikenal dengan metode ARBAN yang sebenarnya bukan metode tetapi kumpulan kurang lebih 400 halaman dari pada latihan2 untuk brass (seperti encycopedia), Bagian2 ini dari Arban sering diminta untuk audisi2 (termasuk marching band dan drum corps) murid maupun profesional.


F. Warm-Down

Bagian ini optional sekali , tetapi ada mamfaatnya , untuk me-relax-kan otot pemain yang baru bekerja keras. Tidak lebih dari 1-2 menit hanya dengan main not2 yang rendah dan enteng akan menghasilkan warm-down yang baik.

Nah bagian tentang metode2 yang sudah didiskusikan saya harus menegaskan bahwa setiap bagian dari A sampai F saling berhubungan dan harus dilatih secara rutin (kalau bisa setiap hari bila ingin mendapat hasil yang bagus.

mellophone

Mellophone merupakan instrumen musik tiup dalam keluarga tiup logam yang umumnya dimainkan sebagai salah satu bagian dari alat-alat musik tiup dalam sebuah pertunjukan marching band. Seperti halnya French Horn yang umum digunakan dalam konser-konser musik klasik, mellophone pun memiliki tiga katup pengatur, namun tidak seperti halnya French horn yang di mainkan dengan tangan kiri, katup-katup pengatur nada pada mellophone dimainkan dengan tangan kanan dengan tata cara dalam memainkan yang identik dengan trumpet. Mellophone pada umumnya menggunakan kunci F seperti halnya French Horn meski instrumen musik lainnya menggunakan kunci B♭.
Alasan utama mellophone digunakan sebagai concert horn untuk marching band adalah karena alat musik ini memiliki corong yang menghadap ke depan (front-bell) sehingga suara yang dihasilkannya sesuai dengan arah pemainnya. Hal ini sangat penting agar sesuai dengan ciri marching band dan suara dapat mengarah pada pendengar/penonton yang umumnya menonton dari satu sisi dalam sebuah pertunjukan marching band.

[sunting] Isu penamaan

Ada satu kerancuan besar terkait dengan penamaan jenis alat musik ini. Meskipun lebih banyak kalangan menyukai menggunakan mellphone, namun penamaan yang lebih tepatnya adalah mellophonium. Mellophone adalah instrumen musik yang memiliki pipa-pipa melingkar membentuk lingkaran (seperti french horn/concert horn dengan corong menghadap ke bawah), dengan katup pengatur yang dimainkan dengan tangan kanan, dan menggunakan kunci E♭. Kerancuan lainnya timbul seiring dengan munculnya marching french horn, yang memang menggunakan mouthpiece french horn dan kunci B♭ namun terlihat sepintas sama seperti halnya mellophonium.

instrumen musik perkusi

Instrumen musik perkusi marching band atau disebut sebagai Marching percussion merupakan instrumen-instrumen musik perkusi yang didisain untuk dimainkan sambil berjalan dengan meletakkan drum pada alat pengait khusus (disebut dengan carrier) yang dikenakan oleh drummer. Drum-drum tersebut didisain dan disetem dengan artikulasi maksimum dan dilengkapi proyeksi suara karena aktivitas penggunaan yang umumnya di lapangan terbuka ataupun ruang tertutup yang luas. Instrumen ini biasanya digunakan oleh grup marching band. Ensembel marching percussion sering pula disebut sebagai drumline atau battery. Tingkat kemampuan sebuah drumline tidak hanya bermain dengan baik, namun juga harus mampu untuk bermain dengan baik dalam tempo cepat ataupun lambat.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Snare drum

Ukuran marching snare drum biasanya lebih dalam dari ukuran yang biasanya digunakan pada orkestra atau drumkit. Hal ini membuat suara yang dihasilkan menjadi lebih keras, sesuai dengan kebutuhannya untuk penggunaan di lapangan terbuka. Ukuran standar (diameter x kedalaman) adalah 13x11 dan 14x12 inci dengan berat antara 16-45 lb. Ukuran yang lebih kecil (13x9) akhir-akhir ini menjadi populer digunakan untuk kebutuhan penggunaan di lapangan tertutup. snare drum "high tension" modern dikembangkan sebagai jawaban atas tensi membran yang lebih tinggi yang dimungkinkan karena pemanfaatan serat fiber, atau kevlar. Drum tensi tinggi pertama kali dikembangkan oleh Legato di Australia, dan menjadi lebih sempurna saat mulai digunakan pada marching band.

[sunting] Drum tenor

Marching band modern umumnya menggunakan multi-tenor, yang terdiri atas beberapa tom-tom yang dimainkan oleh seorang drummer. Bagian bawah drum biasanya terbuka dan dipotong menyiku untuk memproyeksikan suara ke arah depan. membran head menggunakan double-ply PET film untuk meningkatkan kualitas proyeksi suara. Alat ini umumnya dimainkan dengan menggunakan malet yang terbuat dari kayu atau aluminimum dengan ujung berbentuk bundar terbuat dari nilon.
Teknik permainan tenor drum umumnya berbeda dengan teknik yang digunakan untuk bermain snare drum, lebih mirip seperti bermain timpani karena membran dipukul biasanya lebih dekat pada sisi-sisinya dibandingkan bagian di tengah membran. Bentuk pukulan seperti ini menghasilkan suara yang lebih nyaring.
Drum tenor umumnya terdiri dari tom-tom berukuran 10, 12,13, dan 14 inci yang diatur membentuk busar, seringkali dengan tambahan satu atau dua buah tom yang lebih kecil (berukuran 6 atau 8 inci) di sisi sebelah dalam.

[sunting] Drum bass

Ukuran drum bass yang digunakan pada ensembel perkusi modern bervariasi, dengan lebar universal 14 inci, dan diameter 14 inci dan bertambah setiap 2 inci. Membran drum biasanya terbuat dari PET film lembut berwarna putih. Tidak seperti snare drum dan drum tenor, drum bass dimainkan oleh drummer dari kedua sisinya. Umumnya sebuah drum line menggunakan 4 hingga 6 jenis drum bass dengan ukuran yang berbeda-beda, tiap satu drum bass dimainkan oleh seorang drummer.

[sunting] Simbal

Simbal dalam marching band tidak dimainkan dengan tujuan yang sama seperti orkestra. Ada perubahan pada grip simbal yang dibuat khusus untuk kebutuhan marching band. Simbal marching band biasanya terdiri atas dua keping yang terpasang pada ke dua tangan pemainnya. Untuk memainkan simbal marching band kedua kepingan itu diadu satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suara. Jumlah pemain simbal tiap-tiap grup marching band bisa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

instrumen musik tiup

Instrumen musik tiup marching band atau lebih dikenal dengan Marching brass merupakan instrumen-instrumen musik tiup logam yang telah didisain untuk dimainkan sambil berjalan, umumnya instrumen musik tersebut digunakan dalam penampilan marching band. Perbedaan utama dengan instrumen musik tiup logam lainnya umumnya terdapat pada corong yang menghadap ke depan (bell-front), menggunakan sistem katup (antara tiga hingga empat katup), dan artikulasi yang dirancang untuk penampilan di lapangan terbuka (outdoor). Corong yang menghadap ke muka berfungsi untuk membuat suara yang dihasilkan dapat terproyeksi ke arah depan sesuai dengan posisi yang umumnya dipilih oleh penonton dalam sebuah pertunjukan marching band.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Terompet

Terompet dalam penampilan musik marching band digunakan sebagai soprano, umumnya memainkan melodi dalam musik. Meski demikian umumnya dalam aransemen musik marching band fungsionalitas soprano dibagi menjadi dua atau tiga kelompok untuk memainkan nada yang berbeda (biasanya mengisi rentang suara sopran, dan mezzo-sopran). Di Indonesia umumnya grup-grup marching band menggunakan terompet bernada dasar B, namun terdapat pula grup-grup marching band yang menggunakan terompet bernada dasar G.

[sunting] Mellophone

Mellophone merupakan instrumen musik tiup yang ditujukan sebagai pengisi suara alto-soprano. Penggunaan mellophone dalam marching band umumnya lebih diminati karena suara dan intonasi yang dihasilkannya lebih konsisten dibandingkan instrumen musik sejenis seperti French Horn. Jenis mellphone yang paling banyak digunakan umumnya bernada dasar F, namun banyak pula ditemukan instrumen bernada dasar G. Biasanya sebuah instrumen mellophone memiliki kemampuan untuk dimainkan dengan nada dasar G ataupun F dengan mengganti panjang pipa udara yang umumnya tersedia sebagai bagian dalam kelengkapan instrumen tersebut.

[sunting] Tenor Horn

Tenor horn dalam kategori ini merupakan jenis instrumen musik tiup logam dalam keluarga trombone tenor yang telah didisain secara khusus untuk keperluan marching band. Instrumen ini tidak menggunakan sistem geser melainkan menggunakan sistem katup untuk memainkannya, dan panjang dari instrumen ini lebih pendek dari trombone biasa dengan pipa suara yang menggunakan model lipat seperti yang terdapat pada instrumen musik tiup lain: terompet, mellophone. Beberapa pabrikan kadang-kadang memberi nama secara khusus untuk instrumen ini, misalnya: dynabone. Umumnya instrumen tenor horn yang digunakan oleh grup marching band di Indonesia menggunakan nada dasar B.

[sunting] Baritone Horn/Euphonium

Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan instrumen yang digunakan dalam pertunjukan orkestra, bentuk baritone horn atau euphonium yang digunakan dalam penampilan marching band telah didisain secara khusus dengan corong menghadap ke muka dan umumnya telah dilengkapi dengan sistem tiga katup. Sesuai dengan namanya instrumen ini digunakan untuk mengisi suara dalam rentang nada baritone. Umumnya instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band menggunakan nada dasar B.

[sunting] Contra Bass/Tuba

Contra bass atau Tuba digunakan dalam penampilan musik marching band untuk mengisi suara dalam rentang nada bass. Perbedaan antara contra bass dan tuba terletak pada nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut. Jika nada dasar yang digunakan pada instrumen tersebut adalah G maka disebut dengan contra bass, sebaliknya bila menggunakan nada dasar B maka dinamakan sebagai tuba. Seperti umumnya instrumen musik tiup logam yang digunakan dalam penampilan marching band, instrumen ini telah didisain pula untuk dimainkan sambil berjalan dengan corong menghadap ke depan. Namun berbeda dengan instrumen musik lainnya, karena ukurannya yang besar, untuk memainkan instrumen musik ini dilakukan dengan cara dipanggul.

marching band

Marching band adalah istilah dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi atas lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tari yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya/corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade atas perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching band merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.

Instrumen

Sesi pemanasan Brigadiers Drum & Bugle Corps
Penampilan The Pacemakers tahun 2008
Instrumen yang digunakan dalam penampilan marching band umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula mempengaruhi struktur organisasional kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

[sunting] Instrumen musik tiup

Pada mulanya ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band. Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan drum band sudah ditinggalkan. Umumnya instrumen musik tiup yang digunakan dalam permainan marching band menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan marching band umumnya adalah:

[sunting] Instrumen musik perkusi

Instrumen musik perkusi dalam kelompok ini merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai drumline atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan marching band umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada permainan drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:
  • Drum bass (umumnya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda)
  • Simbal

[sunting] Instrumen pit (statis)

Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan marching band umumnya jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan marching band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band. Beberapa grup marching band bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan marching antara lain:

[sunting] Instrumen Bendera

Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tari untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada prakteknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah:
  • Bendera
  • Senapan kayu
  •